Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

Konflik di Papua Jadi Pekerjaan Rumah Bangsa

K. Yudha Wirakusuma - Okezone 
Sabtu, 16 Juni 2012 10:40 wib
Ilustrasi bentrokan di Papua (Dok: RCTI)
Ilustrasi bentrokan di Papua (Dok: RCTI)
JAKARTA - Dirjen Stategi Pertahanan Kemenham Mayjen, TNI Puguh Santoso mengatakan bahwa permasalah di Papua bukan hanya pekerjaan rumah dari pemerintah. Namun telah menjadi pekerjaan rumah dari Bangsa Indonesia.

"Memang ada kelompok bergulir, provokasi, memang jujur pembangunan integrasi belum selesai, ini memang sudah komplek ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi PR bangsa," kata Puguh dalam diskusi di Warung Daun,  Jakarta, bertema Papua yang Tak Kunjung Reda, Sabtu (16/6/2012).

Menurutnya, ada sejarah sejak jaman Majapahit suatu daerah disebut bukan Irian. Namun ada semacam perjanjian Sultan Tidore, 1 Desember 1961, mencoba menciptakan cara berpikir Belanda.

"Itu sudah clear bagian NKRI, secara Internasional PBB, apalagi dipermasalahkan. Papua harus ditangani secara sistematis," terangnya.

Memang ada kelompok yang ingin lepas dari NKRI, ada juga gerakan-gerakan dari negara yang simpatik, memang secara proposional ketika TNI ada upaya menegakkan kedaulatan jangan diragukan.

"Sparatis tidak bisa hanya melihat dari hukum, tapi merebut hati rakyat," tukasnya.
(crl)

Sumber : www.okezone.com 

PTN Minta Diberi Kebebasan Lebih

 
Kompas.com - Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada, Sofian, mengatakan perguruan tinggi negeri (PTN) jangan diperlakukan seperti pegawai kecamatan yang seluruh kebijakannya harus mendapat persetujuan dari atasan.

"PTN harus diberi otonomi untuk mengambil kebijakaan dalam tata kelola maupun yang berkaitan dengan akademik. Institutsi ini tidak bisa diperlakukan seperti pegawai kecamatan," kata Sofian saat ditemui di Jakarta, Jumat.
   
Sofian mencontohkan, dalam hal pembiayaan, PTN jika diberi otonomi akan mampu menyerap calon mahasiswa yang kurang mampu. "Terbukti dari pembiayaan yang mandiri, UGM dan Universitas Indonesia (UI) mampu menyerap 18-19 persen mahasiswa kurang mampu, atau lebih banyak 12 persen dari PTN lain yang belum berani mengambil langkah yang sama," kata dia.
   
Sofian menjelaskan, pemerintah setiap tahun memberi subsidi enam juta per tahun per mahasiswa PTN dari 18 juta biaya rata-rata pendidikan di universitas negeri. Sementara 12 juta sisanya harus ditanggung oleh mahasiswa tanpa melihat kemampuan ekonomi keluarga.
   
"Jumlah 12 juta yang inilah yang sulit dipenuhi oleh orang tua mahasiswa yang kurang mampu. UGM dan UI dengan subsidi silang terbukti bisa membantu mereka," kata Sofian.
  
Dengan contoh tersebut, Sofian berpendapat bahwa PTN jika diberi kebebasan lebih akan mampu berinovasi menjadi lebih baik.
   
"Sekarang kami diperlakukan sama dengan pegawai kecamatan, mau mengangkat dosen atau merubah kurikulum saja harus mendapat Surat Keputusan dari Direktorat Pendidikan Tinggi," kata dia.
 
Sumber :
ANT
www.kompas.com

Kecelakaan 2 Kontainer di Tol JORR Picu Kemacetan 3 Km

Jakarta Kemacetan lalu lintas hingga 3 km terjadi di ruas Tol JORR arah Cilincing.Penyebabnya adalah kecelakaan dua kontainer.Hampir satu jam sejak kecelakaan terjadi, kedua kendaraan naas itu belum dapat dievakuasi.
"Ada kecelakaan di KM 58 Tol JORR, tepatnya menjelang keluar Rorotan. 2 Kontainer terlibat kecelakaan," ujar petugas Jasa Marga, Ika, saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/6/2012) pukul 10.35 WIB.

Akibat kecelakaan itu, terjadi kepadatan lalu lintas dari KM 55 hingga KM 58 alias sepanjang 3 km. Selepas lokasi kecelakaan, lalu lintas juga padat lantaran ada pekerjaan di jalan arteri.

"Memang jalanan cukup padat selepas lokasi kecelakaan karena banyak pekerjaan di arteri Semper," terang Ika.

Mengingat kontainernya besar, maka butuh derek yang besar pula. Inilah yang menyulitkan evakuasi. Ika menyebut belum ada keterangan posisi kendaraan apakah terbalik atau tidak. Pun dengan adanya korban akibat peristiwa itu.

Menkes Baru, Harapan Baru Buka Nama Susu Formula Berbakteri

 
David Tobing (ari saputra/detikcom)
Jakarta Belum sepekan menjabat, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi sudah diminta membongkar nama-nama susu formula berbakteri sesuai putusan Mahkamah Agung (MA). Menurut David Tobing selaku pemenang perkara, dia menaruh harapan besar Nafsiah Mboi dapat membeberkan ke publik nama-nama susu tersebut.

"Ibu Menkes yang baru semoga terketuk hatinya agar mau menjalankan putusan pengadilan itu," kata David Tobing dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (16/6/2012).

Harapan besar David bukannya tanpa alasan. Sebab Nafsiah Mboi adalah dokter spesialis anak dan juga Ketua Ketua Komite Anak-anak untuk PBB. Sehingga dengan pengalaman dan profesionalitas di bidang anak itu dapat tergerak membuka nama susu yang merusak generasi bangsa.

"Sehingga hak anak untuk mengetahui dapat terpenuhi. Alhasil Menkes baru ini memberikan harapan baru bagi dunia kesehatan Indonesia," papar David.

Seperti diketahui, MA memerintahkan Menkes untuk mempublikasikan nama-nama produsen susu formula yang mengandung Enterobacter sakazakii. Selain Menkes, BPOM juga diwajibkan mengumumkan secara transparan baik lewat media cetak ataupun elektronik.

Putusan MA ini telah diamini oleh Komisi IX DPR, Ombusdman Indonesia, Komnas HAM, KPAI, Komisi Informasi hingga Komisi Yudisial (KY). Putusan ini juga telah diperintahkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk dilaksanakan tetapi ditolak oleh para pihak.

"Desakan ini menunjukkan saya tidak ada kongkalikong atau dibungkam oleh perusahaan susu tetapi memang semata-mata para pihak belum mau menjalankan putusan ini," ucap David tegas.

Gugatan ini dlayangkan oleh advokat yang konsern dalam perlindungan konsumen, David Tobing. Ia menggugat IPB, BPOM dan Menteri Kesehatan pada 2008 ke PN Jakpus.

David menilai kala itu kedua anaknya merupakan konsumen susu formula itu mengajukan gugatan perdata atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan IPB, BPOM dan Menkes. Ketiga tergugat itu dinilai membuat kekhawatiran dan keresahan akibat hasil penelitian IPB tentang merek susu formula yang terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii. Di tiga tingkatan peradilan, semuanya sepakat untuk memerintahkan membuka nama-nama susu tersebut.

Sumber : http://www.detik.com/

Mengenai Saya